Kamis, 07 April 2016

Pantai Pasir Putih , Jawa Timur

Pantai Pasir Putih SitubondoMelda Anastasia  Air laut yang sungguh tenang, nyaris tak berombak adalah pesonanya. Anda dapat menemukan petualangan bawah laut yang mengasyikkan di sana.
Pantai Pasir Putih di Situbondo memiliki topografi unik dengan bentuknya yang melengkung ke arah laut. Pada arah utara dari pantai ini, terhampar laut biru Selat Madura. Pantai Pasir Putih Situbondo merupakan salah satu dari sejumlahpantai di Jawa Timur yang populer di kalangan penikmat perjalanan.
Secara administratif, Pantai Pasir Putih Situbondo terletak di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kab. Situbondo, Jawa Timur. Dengan bentuknya yang melengkung serta hutan kehijauan di tepian, pantai ini menyuguhkan sebuah lanskap indah. Barisan pepohonan Cemara Udang, kelapa, serta deretan pepohonan jati memberikan udara sejuk dan menghadirkan ketenangan di kawasan pantai tersebut.
Pada bagian hutan di pantai ini, Anda dapat melihat sejumlah satwa berkeliaran di pepohonan. Salah satunya adalah kera hitam, satwa yang kerapkali berebutan makanan di jalan masuk Pantai Pasir Putih. Suara kicauan burung juga terdengar sepanjang hari. Keberadaan hutan ini adalah salah satu pesona unik yang dimiliki Pantai Pasir Putih tersebut.
Hutan hijau di tepian Pantai Pasir Putih
Hutan hijau di tepian Pantai Pasir Putih
Pasir di pantai ini terbilang putih dan bersih. Dengan relief pantai yang landai, ombak laut terasa sungguh kecil. Belum lagi ditambah dengan beningnya air laut yang memperlihatkan Anda formasi terumbu karang serta biota laut yang ada di dalamnya.
Mengingat lokasinya yang strategis di Jawa Timur, Pantai Pasir Putih Situbondo adalah salah satu destinasi yang ramai dikunjungi, terlebih ketika musim libur tiba. Di antara wisatawan yang hendak pergi ke Bali dari Surabaya, atau keGunung Bromo jika dari Banyuwangi, sebagian besar dari mereka berhenti untuk melepas lelah dan bersantai menikmati pesona pantai ini.
Alamat Pantai Pasir Putih: Jln. Raya Pasir Putih, Kab. Situbondo, Jawa Timur | Telp. (0338) 390340
Peta lokasiklik di sini
Koordinat GPS: -7.738495,113.758224

Hal Menarik di Pantai Pasir Putih Situbondo

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, mulai dari berenang, berkano, berlayar, memancing, cross ATV, hingga menyelam (snorkel). Tetapi sebelum masuk, Anda perlu membayar tiket masuk Pantai Pasir Putih sebesar Rp 6 ribu per orang, belum termasuk parkir kendaraan.
Perahu layar, ikon wisata Pantai Pasir Putih
Perahu layar, ikon wisata Pantai Pasir Putih
Kegiatan paling populer yang dilakukan wisatawan di pantai ini adalah berenang dan bermain-main air laut. Jika Anda tidak begitu mahir berenang, tersedia ban pelampung yang disewakan bagi pengunjung. Anda akan mudah mendapatkan ban ini di sekitar kawasan pantai.
Selain itu, kegiatan yang disukai banyak wisatawan di Pantai Pasir Putih Situbondo adalah berlayar dengan perahu, menyusuri kawasan sekitar pantai sembari mengeksplorasi panoramanya yang mengasyikkan. Karena air lautnya yang jernih dan bening, Anda dapat menikmati suguhan alam bawah lautnya yang indah, dari karang hingga biota laut lainnya. Perahu-perahu sewaan ini dilengkapi dengan kotak kaca, dengan demikian Anda dapat melihat ke bawah laut. Perahu layar adalah pula ciri khas Pantai Pasir Putih di Situbondo.
Berlayar menikmati pesona Pantai Pasir Putih
Berlayar menikmati pesona Pantai Pasir Putih
Dengan suasana pantai yang dikelilingi hutan lindung, kegiatan berjalan-jalan di sepanjang pantai atau duduk-duduk sembari bersantap es kelapa muda adalah kegiatan lainnya yang mengasyikkan.
Kegiatan wisatawan di Pantai Pasir Putih
Kegiatan wisatawan di Pantai Pasir Putih
Di kawasan Pantai Pasir Putih Situbondo juga sering diselenggarakan aneka hiburan maupun lomba, seperti konser musik, lomba memancing, lomba selancar, dan lomba perahu nelayan. Khusus di bulan Oktober, diselenggarakan upacara Petik Laut oleh masyarakat nelayan lokal. Upacara Petik Laut bertujuan untuk memohon berkah Tuhan dari hasil laut yang mereka dapatkan. Pada saat upacara ini, lazimnya ada pertunjukan musik Gandrung yang merupakan pertunjukan musik tradisional yang populer di wilayah tersebut.
Perahu layar di Pantai Pasir Putih Situbondo
Perahu layar di Pantai Pasir Putih Situbondo
Dukungan infrastruktur di kawasan wisata Pantai Pasir Putih terbilang lengkap. Mulai dari mushala dan kamar mandi, sejumlah bangku beton yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat sembari menikmati kuliner yang dijajakan di sekitar pantai, tersedia di sana. Anda juga dapat menjumpai kios-kios souvenir jika ingin membeli cinderamata.

Snorkel dan Diving

Menyelam di kawasan pantai Pantai Pasir Putih Situbondo adalah pula kegiatan menarik yang patut Anda coba. Alam bawah laut pantai ini adalah tempat bertumbuhnya terumbu karang yang mencapai radius hingga empat kilometer. Arus laut yang tenang serta airnya yang jernih adalah keunggulan lainnya yang disukai banyak penikmat diving di Pantai Pasir Putih.
Ada lima gugusan terumbu karang di Pantai Pasir Putih. Tiga gugusan di antaranya terletak dekat dengan tepian pantai, yaitu gugusan Teluk Pelita, Watu Lawang, dan Karang Mayit. Ketiga gugusan terumbu karang ini berada saling berdekatan satu sama lain. Kedalamannya bervariasi, mulai dari 3 meter hingga 15 meter. Pemandangan utama di gugusan ini adalah koral berwarna-warni, spons, dan binatang laut tembus pandang.
Spot diving di Pantai Pasir Putih
Spot diving di Pantai Pasir Putih
Sementara dua gugusan terumbu karang lainnya terletak agak jauh dari pantai, yaitu Takat Palapa dan Kembangsambi. Anda harus menaiki perahu motor selama sekitar dua jam untuk dapat tiba di area dua gugusan ini. Biota laut yang mudah terlihat di sini adalah siput laut. Terkadang sekelompok ikan bergaris putih, merah, dan biru terlihat melintasi terumbu karang. Jika beruntung, Anda dapat melihat penyu sisik di dasar lautan.
Banyak kalangan pecinta lingkungan serta peneliti datang mengunjungi Pantai Pasir Putih Situbondo dengan tujuan menanam serta meneliti terumbu karang yang hidup di sana. Mereka rutin meletakkan terumbu karang buatan menggantikan terumbu karang yang telah rusak akibat faktor alam ataupun tindakan manusia.

Hotel di Pantai Pasir Putih Situbondo

Kalau Anda hendak bermalam di sekitar kawasan Pantai Pasir Putih Situbondo, terdapat banyak tempat penginapan mulai dari losmen, motel, hingga hotel. Tidak hanya itu, juga disediakan area perkemahan bagi Anda yang ingin menghabiskan malam dengan berkemah di sana.

Rute Perjalanan ke Pantai Pasir Putih

Pantai Pasir Putih Situbondo terletak di pinggir jalan raya Surabaya –Banyuwangi. Perjalanan dari kota Surabaya menuju lokasi pantai ini akan membutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan menggunakan bus.
Tetapi jika Anda memulai perjalanan dari pusat kota Situbondo, Anda membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk dapat tiba di Pantai Pasir Putih ini. Tersedia angkutan umum seperti minibus atau bus dari kota Situbondo yang akan mengantarkan Anda ke lokasi pantai.

Pantai Ora, Maluku

Bungalow di atas air, pantai Ora
Terumbu karang, pantai Ora
Pantai Ora adalah suatu pantai yang terletak pulau Seram, kecamatanSeram Utara, Maluku TengahMalukuIndonesia. Pantai yang berlokasi di ujung barat teluk Sawai ini berada di sebelah desa Saleman dan desa Sawai, di tepi hutan Taman Nasional Manusela. Pantai Ora memiliki karakteristik pantai yang berpasir putih dengan air yang sangat jernih dan tenang dengan kekayaan terumbu karang, ikan dan aneka ragam biota laut lainnya. Pantai Ora dan desa Sawai merupakan objek wisata di teluk Sawai yang setiap tahunnya dapat menyedot sekitar 500 wisatawan dari dalam dan luar negeri (2013).[1] Pantai Ora memiliki resor penginapan yang mengambang di atas pantai. Sementara di desa Sawai terdapat pondok wisata yang berada di antara pemukiman penduduk yang juga terapung di pantai. Berbagai kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai Ora antara lain wisata alam, wisata tirta, snorkelingselam, wisata kuliner, jelajah gua dan fotografi.

Geografis

Pantai Ora terletak di kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara geografis Kabupaten Maluku Tengah pada umumnya beriklim laut tropis dan iklim musim. Hal ini disebabkan karena Maluku Tengah dikelilingi oleh laut yang luas, maka iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.[2]
Wilayah pantai Ora tidak memiliki daratan yang luas, karena daratan berupa tebing atau bukit batu yang cukup curam, walaupun bisa didaki. Alam di sekitar pantai Ora dibentuk oleh tebing-tebing Sawai yang menjulang, hutan tropis dan rangkaian pegunungan yang merupakan kawasan Taman Nasional Manusela. Tebing dan teluk Sawai yang mengelilingi pantai Ora terbentuk dari proses tektonik pada jaman purba dimana kawah vulkanik yang terbentuk kemudian terendam air laut menjadi Teluk Sawai.[3] Pantai Ora sendiri cukup kecil, karena disekeliling kawasan teluk tersebut, selain terdapat pantai Ora juga terdapat pantai-pantai lain sebagai tempat wisata, seperti Mata Air Belanda, dan Bukit Batu.

Penduduk

Pantai Ora bersebelahan dengan dua desa, yaitu Desa Saleman dan Desa Sawai. Kedua desa tersebut juga lazim disebut sebagai Negeri yang artinya desa adat. Desa Saleman dan Sawai berada di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Desa Sawai memiliki luar 15 hektar, dengan penduduk 4000 jiwa. Desa Sawai merupakan desa penyangga Taman Nasional Manusela yang memiliki luas 189.000 hektar.[4] Desa Saleman adalah desa adat sekaligus desa wisata yang dipimpin oleh kepala desa dan kepala adat. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan.
Pantai Ora, desa Saleman dan desa Sawai berada di teluk Sawai yang merupakan wilayah Seram Utara dan Seram Utara Barat. Secara umum penduduk asli pulau Seram adalah suku Alifuru yang berada di pegunungan namun terdapat juga suku-suku primitif lain seperti suku Hoaulu yang bermukim di pedesaan di Seram Utara. Namun demikian sekarang telah banyak pendatang dari berbagai pulau di sekitarnya, terutama suku bangsa Tionghoa dan Arab.[5]

Lingkungan Hidup

Pantai Ora terletak di tepi hutan Taman Nasional Manusela yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, diantaranya tumbuhan seperti tancang(Bruguiera sexangula), bakau (Rhizo acuminate), ketapang (Terminalia catappa), meranti (Shorea selanica). Sementara untuk jenis burung diantaranya terdapat burung kesturi ternate (Lorius garrulous), nuri tengkuk ungu/nuri kepala hitam (L. domicella), kakatua Seram (Cacatua moluccensis).[6]
Keindahan pantai Ora dengan pasir putih dan air laut yang jernih mencerminkan panorama laut dengan keanekaragaman warna terumbu karang.[7] Keanekaragaman biota laut Pantai Ora diantaranya ikan kaisa, losi, samanda, gaca, sikuda, ikan tato, kaluna, ikan singaro. Terumbu karang yang terdapat di sekitar Pantai Ora umumnya adalah terumbu karang dengan kontur tipe landai, karena lautnya yang dangkal. Ketika surut hamparan terumbu karang dapat dilihat tanpa harus menyelam. Bulu babi (Sea urchin - Echinoidea) dan bintang laut berduri (Acanthaster planci)[8] masih banyak terdapat di laut sekitar pantai Ora. Bintang laut berduri selain berbahaya juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan terumbu karang.

Pariwisata

Pantai Ora merupakan satu tujuan wisata alam di Maluku, Indonesia yang telah menarik minat banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Keindahan pantai yang banyak disebut sebagai surga duniawi, seringkali disandingkan dengan keindahan pantai di Maladewa, Pantai Boracay diFilipina atau Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik.[9] Meski relatif baru terkenal sebagai tujuan wisata namun kegiatan wisata di Pantai Ora dan sekitarnya tercatat telah menyedot sekitar 500 wisatawan setiap tahunnya dan terus bertambah. Wisatawan luar negeri terbanyak berasal dariBelandaAmerika Serikat dan Jepang.[10]
Keunggulan Pantai Ora adalah pasirnya yang putih bersih, air laut yang berwarna biru dan jernih, serta kekayaan terumbu karang dan biota lautnya. Eksotisme Pantai Ora yang belum banyak tersentuh tangan manusia ini merupakan potensi besar untuk dapat dikembangkan sebagai tempat wisata unggulan di Indonesia.
Untuk aktivitas turisme, para wisatawan dapat menikmati aktivitas snorkeling bahkan diving. Wisatawan tidak perlu menyelam terlalu dalam, bahkan di kedalaman 2-3 meter pun, kecantikan dan keindahan berbagai terumbu karang dan ikan kecil dapat dinikmati di bawah laut Pantai Ora. Kegiatan snorkeling juga dapat dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan tebing, yang menjadi hal yang langka dan mengasyikan.
Selain snorkeling, masih banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan di Pantai Ora. Berkunjung ke Taman Nasional Manusela yang terletak di belakang Ora Beach Resort, dapat menjadi salah satu opsi menarik. Di Taman Nasional Manusela ini terdapat sekitar 117 spesies burung, di mana 14 di antaranya merupakan spesies endemik, seperti nuri bayan, kasturi tengkuk-ungu, raja udang, dan kakatua Maluku.[11] Para wisatawan dapat menggunakan perahu bermotor atau kapal nelayan untuk menikmati pemandangan di sekitar Taman Nasional Manusela. Wisatawan juga dapat berkeliling (island hooping) ke beberapa pulau kecil di Teluk Sawai dengan menggunakan perahu. Ada Pulau Sawai, Pulau Raja, Pulau Kelelawar, Pulau Tujuh, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa. Untuk mengelilingi pulau-pulau ini diperlukan waktu hanya sekitar 30 menit saja. Selain itu, para wisatawan juga dapat mengunjungi mata Air Belanda (Dutch springs) yang berupa sungai kecil yang mengalir dari gunung dan bermuara di pantai Teluk Saleman. Mata air ini dinamakan Mata Air Belanda karena dulu Belanda menemukan sumber mata air di tepi pantai yang airnya dingin dan rasanya tawar.[12] Menikmati suasana di sekitar mata air ini ditemani tegukan air kelapa menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ora juga dapat menikmati tinggal di penginapan rumah panggung kayu yang eksotis. Terdapat berbagai resort yang menyediakan penginapan berbentuk rumah panggung kayu yang diantaranya langsung dibangun di atas air.

Cara mencapai pantai Ora

Untuk mencapai Pantai Ora dari Jakarta, perjalanan udara dilakukan menuju Kota Ambon. Beberapa penerbangan komersial Indonesia menawarkan beberapa alternatif jadwal penerbangan Jakarta - Ambon.
Dari kota Ambon, pintu menuju Pantai Ora adalah Pelabuhan Hulnara,Tuleho. Di pelabuhan yang lebih dikenal Pelabuhan Tuleho ini terdapat ferry dengan kapasitas penumpang 350 kursi menuju pelabuhan Amahai, pulau Seram dengan jadwal 2 (dua) kali pada setiap harinya. Tuleho - Amahai pukul 09.00 dan 16.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu hanya satu kali perjalanan pukul 11.00. Untuk jadwal kembali Amahai - Tuleho, pukul 08.00 dan 14.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu 15.00.
Dari pelabuhan Amahai hingga saat ini belum ada transportasi umum menuju pelabuhan Desa Saleman yang menghubungkan dengan Pantai Ora. Alternatif transportasi darat dari Pelabuhan Amahai menuju desa Saleman adalah melalui trans Seram (sewa kendaraan). Waktu tempuh perjalananan Amahai - Desa Saleman melalui Trans Seram sekitar 2,5 jam dengan menyusuri wilayah kota Masohi dan wilayah Teon, Nila dan Serua (TNS) serta melewati liku-liku jalur pegunungan yang indah dan wilayah Taman Nasional Manusela. Setelah mencapai pelabuhan Desa Saleman, perahu bermesin kecil sekitar 15 menit akan mengantarkan wisawatan menguak keindahan pantai Ora yang tersembunyi. Bagi penduduk setempat, dari desa Saleman menuju Pantai Ora dapat dilakukan dengan jalan kaki menyusuri tebing dengan jalan setapak di pesisir teluk Sawai.

Gili Trawangan

Pantai Gili Trawangan
Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya giliyang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai "Tîr na Nôg" mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.
Trawangan punya nuansa "pesta" lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya oleh beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.
Kelebihan Gili Trawangan dibandingkan dengan pantai lain adalah kita dapat menikmati sunset dan juga sunrise sekaligus di pantai ini! Hal ini terjadi karena Gili Trawangan memiliki pantai yang menghadap timur dan menghadap barat, dan jaraknya tidak terlalu jauh. Sehingga baik sunrise maupun sunset dapat kita nikmati di pantai ini.
Di Gili Trawangan juga kita dapat melihat kesenian bela diri tradisional yang bernama presean atau stick fighting yang biasanya dipertontonkan disekitar pasar seni Gili Trawangan. Kegiatan paling favorit dari para wisatawan di Gili ini yaitu Scuba Diving, Snorkeling, bermain kayak, dan berselancar.

SejarahSunting

Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dijadikan tempat persinggahan orang orang Bugis dari Sulawesi yang kemudian menetap turun temurun disini bersama warga Sasak dan Bali.

Aktivitas di Gili trawanganSunting

1.     Berenang
Akan sayang sekali jika pantai di Gili Trawaangan yang jernih tidak anda manfaatkan untuk berenang. Anda bisa berenang dengan suka hati bermain-main dengan kemilau air hijau disana. Tapi ingat ya, jangan sampai jauh ke tengah apalagi jika melewati rambu-rambu yang ada karena hal itu bisa berbahaya.
2.     Menyelam
Jika anda memiliki seritifikat menyelam, sebaiknya anda harus mencoba aktivitas diving di pantai karena anda pasti akan suka dengan kehidupan bawah laut disana. Anda bisa merasakan berenang diantra ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang indah. Wah, menakjubkan bukan? Tapi jika anda tidak memiliki sertifikat diving, anda tetap bisa meyelam asalkan menjalani kurus singkat di discovery scuba diving.
3.     Water sport
Ada lagi aktivitas seru lainnya yang berhubungan dengan olahraga air. Jika anda ingin bermain air namun tidak ingin terlalu berbasah-basah, anda bisa naik banan boat, jet sky atau pun lainnya. Banyak kok hotel yang juga menyediakan jasa water sport. Melakukan water sport bersama orang-orang terdekat seperti keluarga dan sahabat pasti akan semakin menyenangkan.
4.     Bersepeda
Melakukan aktivitas sepeda santai di pagi atau sore hari di Gili Trawangan juga akan membuat hari anda berlalu indah. Anda bisa bersepeda menyusuri tepi pantai sambil memandang deburan ombak. Sesekali menuntun sepeda sambil menunggu sunrise atau sunset pasti juga akan jadi hal yang menyenangkan. Udara segar dan bebas polusi di tempat tersebut tentunya juga akan membuat anda lebih santai dalam mengendarai sepeda dan benar-benar merasakan berbaur dengan alam.
5.     Jalan Kaki
Jalan kaki merupakan olahraga yang baik lho untuk kesehatan tubuh. Jadi tak ada salahnya jika anda liburan sambil menerapkan kebiasaan berjalan kaki. Anda bisa berjalan kaki menuju pantai dan menyusuri tepi pantai. Jalan kaki diantara deburan ombak yang akan membuat kaki berkcipak basah juga seru dilakukan.
6.     Naik Cidomo
Jalan-jalan mengelilingi Gili Trawangan sore hari dengan cidomo merupakan hal menyenangkan yang juga bisa anda coba. Anda jadi bisa bersantai sekaligus menikmati pemandangan sore hari di atas kereta kuda bersama keluarga dan sahabat anda.
7.     Berfoto
Sesi berfoto juga merupakan aktivitas penting yang tak boleh anda tinggalkan. Memang sih dari sekian banyak aktifitas lainnya, kegiatan berfoto jadi tidak terlalu penting bagi anda yang tak suka narsis di depan kamera. Tapi foto nantinya akan terasa kegunaannya setelah anda sudah meninggalkan tempat ini. Kalau pun anda tidak mau berfoto selfie, anda bisa mengambil gambar pemandangan alam disini yang nantinya akan menjadi saksi kalau anda pernah ke Gili Trawangan.
8.     Berkuda
Di Gili trawangan juga ada istal tempat pacuan kuda, yang terknal adalah sunset stables dan stud tables. Mengendarai kuda di tempat seindah Gili Trawangan pasti akan sangat mengasyikkan. Jika ingin berkuda anda harus menyediakan dana Rp.250.000/ jamnya.
9.     Berwisata Kuliner
Tak lengkap rasanya jika anda hanya menikmati pemandangan alam tanpa mencoba makanan enak yang ada di Gili Trawangan. Sesekali sempatkanlah berjalan-jalan ke kafe untuk berburu makanan lezat di tempat ini. Kebanyakan kafe memang menjual makanan asing, diantaranya: menu makanan cina, menu makanan amerika, dll. Tapi jika anda tidak suka dengan menu-menu tersebut, jalan-jalan saja di tempat yang banyak terdapat pedagang kaki lima dan anda pun bisa menikmati es krim di pinggir jalan, jus, rujak, atau pun makanan yang tak kalah enak lainnya.

Pantai Nihiwatu, Sumba

Pantai Nihiwatu



Punya pantai di negeri sendiri tapi tidak bebas dikunjungi. Hmm, kedengarannya sedikit aneh. Tapi itulah kenyataan yang berlaku untuk Pantai Nihiwatu. Pantai berpasir putih sepanjang 2,5 km ini merupakan satu dari sepuluh pantai yang terbaik di Asia. Banyak peselancar dari mancanegara yang terpesona dengan ombak Pantai Nihiwatu. Mereka menjulukinya dengan Left God Waves.
Terletak di arah 30 km dari Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Pantai Nihiwatu dikelola oleh sebuah resort internasional bernama Resort Nihiwatu. Tidak semua orang bisa bebas memasuki lokasi pantai ini . Hanya tamu Resort Nihiwatu saja yang diperbolehkan. Jika kamu ingin menikmati keindahan Pantai Nihiwatu, kamu harus memesan kamar untuk menginap di Resort Nihiwatu terlebih dahulu.
Bangunan resort ini terdari dari villa-villa yang menghadap ke laut, bungalow dengan 3 kamar tidur besar yang dibangun di atas bukit yang dilengkapi dengan kolam pribadi yang menghadap ke Samudera Hindia. Begitu pula dengan restorannya pun dibangun menghadap ke arah pantai dengan model bangunan terbuka. Arsitektur dan ornamen bangunan yang ada di resort ini merupakan gabungan dari tradisional dan modern. Resort ini memang menawarkan keindahan laut dengan keeksotisan budaya Pulau Sumba. Hal tersebut membuat resort ini memenangkan penghargaan sebagai hotel terbaik ke-2 di Indonesia pada tahun 2012 yang diadakan oleh TripAdvisor. Walaupun pemilik resort ini adalah seorang warga negara asing, namun karyawannya adalah penduduk lokal dan mereka menjaga dengan baik kebersihan pantai dan fasilitas yang ditawarkan.
Untuk bisa menikmati fasilitas tersebut kamu harus merogoh kocekmu cukup dalam. Tarif untuk menginap di Resort Nihiwatu dipatok sekitar Rp 5 juta per malam. Itupun dengan minimum menginap selama 5 malam. Harga yang cukup wow untuk menikmati keindahan Pantai Nihiwatu.
Selain menikmati keindahan laut dan keeksotisan budayanya, banyak para tamu resort ini yang berselancar di Pantai Nihiwatu. Tidak semua peselancar bisa berselancar bersamaan dalam satu waktu. Di tempat ini hanya dibatasi maksimal 10 peselancar yang berada di pantai demi menjaga keamanan dan keselamatan mereka. Jika sudah ada 10 peselancar di pantai, peselancar lainnya harus menunggu giliran. Saat menunggu giliran, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan seperti memancing, snorkeling, diving atau berperahu ke daerah teluk.
Bulan terbaik untuk berkunjung ke resort ini antara bulan April - Desember setiap tahunnya. Setiap Januari dan Februari Resort Nihiwatu tutup.



Minggu, 06 Maret 2016

Pantai Pink, Pulau Komodo


Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo
           Pantai ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna merah muda. Pantai Pink Beach merupakan pantai yang unik yang memiliki pasir yang berwarna merah muda nan indah.  Pantai “Pink Beach” atau pantai merah muda terletak dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach atau Pantai Merah adalah satu dari 7 saja pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Adapun pantai merah muda hanya terdapat di adalah Pink Beach di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Betapa kaya dan cantik alam Indonesia; satu di antara tujuh pantai berpasir merah muda dapat ditemukan di negeri ini.
Kawasan Taman Nasional Komodo selain merupakan lokasi pantai Merah Muda (pink beach), juga tempat perlindungan makhluk raksasa dan  purba yang hanya terdapat di Indonesia yaitu Komodo. Taman Nasional Komodo sudah dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia.
Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

Transportasi

Pantai yang tak berpenghuni dan sepi ini dapat ditempuh dengan menyewa kapal atau speed boat dari Labuhan Bajo. Paket tur perjalanan biasanya akan membawa Anda ke Pulau Rinca lalu kemudian ke Pulau Komodo terlebih dahulu. Dari Labuan Bajo menuju Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca memakan waktu sekira 45 menit. Di pulau-pulau tersebut Anda dapat melihat langsung komodo yang mendunia itu di habitat asli mereka dengan memilih jalur trekking tertentu.
  
Dari Dermaga Loh Liang, sebuah dermaga di Pulau Komodo, diperlukan waktu sekira 30 menit perjalanan dengan kapal untuk menginjakkan kaki di pink Beach, pantai yang warna pasirnya tidak biasa ini. Apabila Anda berminat trekking melalui tebing-tebing karang dan hutan bakau, dibutuhkan waktu sekira 4 jam berjalan kaki sebelum akhirnya tiba di Pink Beach.

Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang biasanya disewa oleh penyelam yang dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona Flores. Kapal ini juga dapat menjadi pilihan transportasi Anda.

Untuk mencapai Labuan Bajo, terdapat penerbangan dari Denpasar dengan pesawat kecil sejenis Fokker menuju Bandara Komodo selama kurang lebih 1 jam. Dari bandara menuju pelabuhan Labuan Bajo dibutuhkan waktu sekira 10-15 menit berkendara. Anda dapat menyewa mobil untuk menuju pelabuhan.

Tips

Di sekitar Pantai Merah Muda (Pink Beach) tidak terdapat took atau warung, oleh karena itu bagi Anda yang akan berkunjung agar segera membawa perbekalan-perbekalan yang dibutuhkan seperti makanan dan minuman secukupnya, pakaian ganti, obat-obatan, topi, kacamata hitam, dll. Sementara kebutuhan perlengkapan diving atau snorkeling dapat diperoleh di Labuan Bajo. Sebaiknya Anda tanyakan pada guide atau agen perjalanan Anda mengenai hal ini.

Karena lokasi pantai yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Komodo diharapkan agar berhati-hati saat berenang, berjemur, atau snorkeling karena kemungkinan Komodo berkeliaran di sekitar pantai. Jika anda melihat Komodo sebaiknya anda menjauh darinya karena Komodo merupakan salah satu binatang yang berbahaya. Untuk itulah, mengunjungi pulau-pulau di sekitar kawasan Pulau Komodo dan kawasan pantainya—termasuk Pink Beach—hendaknya dikawal dengan jagawana (polisi hutan) dan atau guide berpengalaman.

Kegiatan

Pantai Merah Muda (pink beach) yang tidak berpenghuni dan sepi membuat kelesatarian alam dari pantai ini tetap terjaga. Di pantai ini terdapat bukit memanjang dari ujung pantai ke ujung lainnya sehingga menambah keindahan dari pantai ini. Berada di pantai yang indah, tenang  dan menakjubkan merupakan tempat yang ideal untuk relaksasi.
Warna air laut yang hijau toska dan sangat jernih  tidak boleh dilewatkan. Selain itu, karang-karang yang ada di laut dapat dilihat dengan mata langsung. Snorkeling dan diving merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di sini mengingat kondisi taman bawah lautnya yangh masih terjaga dan banyaknya  keanekaragaman hayati  yang penuh warna: ribuan jenis ikan, ratusan terumbu karang dan lain-lain.
Selain snorkeling dan diving, di pantai ini juga merupakan tempat yang bagus untuk berjemur di pasir yang lembut dan pantai yang cantik. Dalam menyaksikan keindahan pantai yang diberikan jangan lupa untuk mengabadikannya. Pemandangan Matahari tenggelam di pantai ini juga terkenal menakjubkan.

Akomodasi

Mengingat Pink Beach adalah pantai tak berpenghuni dan berada di kawasan yang terbilang terpencil, kebutuhan penginapan dan akomodasi lainnya dapat diperoleh di Labuan Bajo. Apabila ingin menginap di Kampung Komodo, Anda dapat menanyakannya pada penduduk atau guide Anda. Tersedia home stay di rumah penduduk namun tentunya dengan fasilitas sederhana, termasuk ketersediaan makanan yang juga sederhana. Tak banyak pilihan menu makanan di warung-warung kampung.

Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang dapat disewa wisatawan atau penyelam. Kapal ini dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores.

Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo
Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo

Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo


Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review