Minggu, 06 Maret 2016

Pantai Pink, Pulau Komodo


Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo
           Pantai ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna merah muda. Pantai Pink Beach merupakan pantai yang unik yang memiliki pasir yang berwarna merah muda nan indah.  Pantai “Pink Beach” atau pantai merah muda terletak dalam Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pink Beach atau Pantai Merah adalah satu dari 7 saja pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Adapun pantai merah muda hanya terdapat di adalah Pink Beach di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani. Betapa kaya dan cantik alam Indonesia; satu di antara tujuh pantai berpasir merah muda dapat ditemukan di negeri ini.
Kawasan Taman Nasional Komodo selain merupakan lokasi pantai Merah Muda (pink beach), juga tempat perlindungan makhluk raksasa dan  purba yang hanya terdapat di Indonesia yaitu Komodo. Taman Nasional Komodo sudah dinobatkan menjadi salah satu keajaiban dunia.
Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang.

Transportasi

Pantai yang tak berpenghuni dan sepi ini dapat ditempuh dengan menyewa kapal atau speed boat dari Labuhan Bajo. Paket tur perjalanan biasanya akan membawa Anda ke Pulau Rinca lalu kemudian ke Pulau Komodo terlebih dahulu. Dari Labuan Bajo menuju Dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca memakan waktu sekira 45 menit. Di pulau-pulau tersebut Anda dapat melihat langsung komodo yang mendunia itu di habitat asli mereka dengan memilih jalur trekking tertentu.
  
Dari Dermaga Loh Liang, sebuah dermaga di Pulau Komodo, diperlukan waktu sekira 30 menit perjalanan dengan kapal untuk menginjakkan kaki di pink Beach, pantai yang warna pasirnya tidak biasa ini. Apabila Anda berminat trekking melalui tebing-tebing karang dan hutan bakau, dibutuhkan waktu sekira 4 jam berjalan kaki sebelum akhirnya tiba di Pink Beach.

Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang biasanya disewa oleh penyelam yang dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona Flores. Kapal ini juga dapat menjadi pilihan transportasi Anda.

Untuk mencapai Labuan Bajo, terdapat penerbangan dari Denpasar dengan pesawat kecil sejenis Fokker menuju Bandara Komodo selama kurang lebih 1 jam. Dari bandara menuju pelabuhan Labuan Bajo dibutuhkan waktu sekira 10-15 menit berkendara. Anda dapat menyewa mobil untuk menuju pelabuhan.

Tips

Di sekitar Pantai Merah Muda (Pink Beach) tidak terdapat took atau warung, oleh karena itu bagi Anda yang akan berkunjung agar segera membawa perbekalan-perbekalan yang dibutuhkan seperti makanan dan minuman secukupnya, pakaian ganti, obat-obatan, topi, kacamata hitam, dll. Sementara kebutuhan perlengkapan diving atau snorkeling dapat diperoleh di Labuan Bajo. Sebaiknya Anda tanyakan pada guide atau agen perjalanan Anda mengenai hal ini.

Karena lokasi pantai yang berada dalam Kawasan Taman Nasional Komodo diharapkan agar berhati-hati saat berenang, berjemur, atau snorkeling karena kemungkinan Komodo berkeliaran di sekitar pantai. Jika anda melihat Komodo sebaiknya anda menjauh darinya karena Komodo merupakan salah satu binatang yang berbahaya. Untuk itulah, mengunjungi pulau-pulau di sekitar kawasan Pulau Komodo dan kawasan pantainya—termasuk Pink Beach—hendaknya dikawal dengan jagawana (polisi hutan) dan atau guide berpengalaman.

Kegiatan

Pantai Merah Muda (pink beach) yang tidak berpenghuni dan sepi membuat kelesatarian alam dari pantai ini tetap terjaga. Di pantai ini terdapat bukit memanjang dari ujung pantai ke ujung lainnya sehingga menambah keindahan dari pantai ini. Berada di pantai yang indah, tenang  dan menakjubkan merupakan tempat yang ideal untuk relaksasi.
Warna air laut yang hijau toska dan sangat jernih  tidak boleh dilewatkan. Selain itu, karang-karang yang ada di laut dapat dilihat dengan mata langsung. Snorkeling dan diving merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di sini mengingat kondisi taman bawah lautnya yangh masih terjaga dan banyaknya  keanekaragaman hayati  yang penuh warna: ribuan jenis ikan, ratusan terumbu karang dan lain-lain.
Selain snorkeling dan diving, di pantai ini juga merupakan tempat yang bagus untuk berjemur di pasir yang lembut dan pantai yang cantik. Dalam menyaksikan keindahan pantai yang diberikan jangan lupa untuk mengabadikannya. Pemandangan Matahari tenggelam di pantai ini juga terkenal menakjubkan.

Akomodasi

Mengingat Pink Beach adalah pantai tak berpenghuni dan berada di kawasan yang terbilang terpencil, kebutuhan penginapan dan akomodasi lainnya dapat diperoleh di Labuan Bajo. Apabila ingin menginap di Kampung Komodo, Anda dapat menanyakannya pada penduduk atau guide Anda. Tersedia home stay di rumah penduduk namun tentunya dengan fasilitas sederhana, termasuk ketersediaan makanan yang juga sederhana. Tak banyak pilihan menu makanan di warung-warung kampung.

Di Labuan Bajo juga terdapat kapal-kapal LOB (Live Aboard) yang dapat disewa wisatawan atau penyelam. Kapal ini dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap selama menelusuri pesona pulau-pulau di sekitar Taman Nasional Komodo dan Pulau Flores.

Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo
Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo

Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo


Hasil gambar untuk pantai Pink, Pulau Komodo

Pantai Kartini


Hasil gambar untuk pantai kartini jepara jawa tengah

Pantai Kartini memiliki pasir yang putih dan ombak yang tenang. Pantai ini cocok dikunjungi sebagai wisata keluarga. Selain menawarkan keindahaan panorama alami pantai, ada beberapa wahana yang tersedia di pantai ini.
Berbeda dengan objek wisata pantai lain, di pantai ini bukan hanya keindahan panorama pantai yang ditonjolkan tetapi juga wahana hiburan dan pendidikan.
Wahana-wahana tersebut antara lain seperti Kura-kura Ocean Park, wahana bermain anak-anak, spoor mini, catur raksasa, panggung hiburan, tugu Kartini, kolam kecek, dan masih banyak lainnya. Selain wahana ini, pemerintah setempat juga akan membangun wahana lain seperti wave house, rumah bajak laut, bianglala, mini bumper boat, kapal pesiar mini, dan lain-lain.
Dari sekian banyak wahana yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu wahana yang terkenal dan banyak diminati oleh para wisatawan adalah Kura-kura Ocean Park. Untuk bisa masuk ke dalam wahana ini Anda diwajibkan membeli tiket masuk seharga 17.500 Rupiah per orang.
Kura-kura Ocean park adalah sebuah akuarium raksasa berbentuk kura-kura. Dibangunnya Kura-kura Ocean Park ini adalah sebagai sarana edukasi mengenai kehidupan bawah laut Indonesia yang beragam.
Bangunan Kura-kura Ocean Park ini terdiri dari dua lantai. Di mana lantai pertama di bagian depan digunakan sebagai kantor para pengelola, selain itu di lantai 1 ini juga terdapat beragam stand yang mejual souvenir khas Jepara bagi Anda yang berminat untuk membawa cindera mata bagi kerabat, teman kerja, dan keluarga yang ada di rumah.
Di bagian dalam lantai 1 terdapat taman laut yang terdiri dari sebuah akuarium super besar dengan lorong misteri bawah laut. Dari dalam lorong tersebut Anda bisa melihat kehidupan bawah laut dengan berbagai ikan berukuran besar. Ikan-ikan yang dapat Anda lihat di lorong ini antara lain Hiu, Dotty Back, Angel Fish, Pari, Giant Trafelly, Kakap, Kerapu, Jenaha, Triger, Mimi & Mintuna, Buntal, penyu dan juga terumbu karang.
sunset Pantai Kartini
sunset Pantai Kartini
Selain aquarium super besar juga terdapat aquarium dinding sebanyak 12 buah dan 4 buah aquarium portable yang berisi beragam ikan air laut dan tawar yang berukuran kecil. Tersedia juga papan informasi touch screen yang akan membantu Anda mengenal lebih jauh tentang Jepara.
Di lantai ini juga terdapat sebuah touch pool yang berisi ikan air tawar dan kura-kura. Anda diijinkan untuk menyentuh kura-kura jinak yang ada di kolam ini. Bagi Anda yang ingin mencoba sensasi fish spa bisa merendamkan kaki Anda di kolam fish spa yang berisi ribuan ikan Garra Rufa dari Turki.
Sedangkan di lantai 2, Anda akan disuguhi Jepara Sciece Park yang terdiri dari Papan Kreatif, Air Mancur Melayang, Peraga Sensor Tepuk dan Sensor Gerak, Kipas Angin Tanpa Baling-Baling, Simulator Pesawat Terbang, dan lain-lain. Di lantai ini juga Anda bisa menikmati pertunjukan IMAX Deep Sea 3D yang menarik.

Hasil gambar untuk pantai kartini jepara jawa tengahHasil gambar untuk pantai kartini jepara jawa tengahHasil gambar untuk pantai kartini jepara jawa tengah

Sabtu, 05 Maret 2016

Pantai Parangtritis





 Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.
Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja dan mudah dicapai dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam adalah saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.
Pssst, YogYES akan memberitahu sebuah rahasia. Belum banyak orang tahu bahwa di sebelah timur tebing ini tersembunyi sebuah reruntuhan candi. Berbeda dengan candi lainnya yang terletak di daerah pegunungan, Candi Gembirawati hanya beberapa ratus meter dari bibir Pantai Parangtritis. Untuk menuju candi ini, kita bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South lalu masuk ke jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter. Sayup-sayup gemuruh ombak laut selatan yang ganas bisa terdengar dari candi ini.
Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Queen of the South adalah sebuah resort yang diberi nama sesuai legenda ini. Sayangnya resort ini sekarang sudah jarang buka padahal dulu memiliki pemandangan yang sanggup membuat kita menahan nafas.

Sunset yang Romantis di Parangtritis

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 - 100.000 per setengah jam. Masukkan persneling-nya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.
Baiklah, ATV mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.
Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.
Masih enggan untuk pulang walau matahari sudah terbenam? Tak lama lagi beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai, kita bisa nongkrong di sana hingga larut malam. Masih juga belum mau pulang? Jangan khawatir, di Pantai Parangtritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga yang terjangkau.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review